Hari ini (21/5) di Harian KOMPAS pada halaman 41, terdapat iklan satu halaman penuh dari Bakrie & Brother terkait dengan Hari kebangkitan Nasional. Iklan itu mengambil jargon “Bangkit dan Bersatu untuk Kesejahteraan Indonesia”. Namun sayang, tak begitu jauh dari Jakarta, tepatnya di Sidoarjo, Abdul Latif, salah satu korban luapan lumpur Lapindo (salah satu group Bakrie) mengalami stress berat. Jika malam telah datang, ia sering keliaran berkeliling ke eks tol Gempol-Porong, sembari mendatangi rumahnya yang sudah terendam lumpur. Lantas, apakah kebangkitan dan kesejahteraan itu hanya untuk Bakrie dan tidak untuk korban Lapindo?
________________________________________________
Korban Lumpur Lapindo Asal Besuki Stres
sumber: http://suryalive.com/content/view/702/51/
04/03/2008 | 22:44:27 SuryaLive | Sidoarjo – Warga korban lumpur panas Lapindo asal Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, perlu mendapatkan pendampingan dari sisi psikologi secara serius untuk menghindari guncangan jiwanya.
Tokoh masyarakat Besuki, Ali Mursyid mengatakan, masih banyak warga yang tidak mudah menerima dan menghadapi kejadian ini, karena itu butuh pendampingan, Kamis (4/3).
“Ada warga yang jiwanya terguncang. Bahkan sampai saat ini tergolek linglung di atas ranjang dan stres,” katanya. Ali mencontohkan penderitaan yang dialami Abdul Latif, warga Besuki RT04/RW05.
Setiap hari, si Abdul ini hanya tergolek di atas ranjang dalam gudang berukuran 4X5 meter, bekas kandang bebek milik familinya. Kalau malam, sering keliaran berkeliling ke eks tol Gempol-Porong, sembari mendatangi rumahnya yang sudah terendam lumpur.
“Aku mau pulang ke rumahku kok dilarang,” begitu jawabannya kalau dicegat warga ketika bertandang ke rumahnya yang sudah ditenggelamkan lumpur setinggi dua meter pasca jebolnya tanggul titik 41, Minggu (2/3).
Ratusan warga Besuki kini terpaksa mengungsi di eks tol Gempol-Porong. Mereka masih bertahan di pengungsian, karena belum mendapat bantuan pemerintah.
Desa Besuki, salah satu dari tiga desa yang akan mendapat ganti rugi dari APBN. Dua desa lainnya adalah desa Kedungcangkring dan Pejarakan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. ant
kita doakan saja orang-orang yang terlibat dalam kecurangan lapindo MATI DAN MASUK NERAKA. Setuju, Khan?