Sebagai praktisi PR, sejak awal hingga kini dan seterusnya saya terus mengkampanyekan bahwa Kasus “Lumpur Lapindo (LL)” tidak bisa disebut “Lumpur Sidoarjo (LS)” seperti dideklarasikan oleh Pemerintah lewat TPLS. Sebab pada penisbahan “LL” ada penanggung jawabnya. Sedang “LS” nama geografis maka kasus itu menjadi bencana alam.
Selaku ahli geologi perminyakan, dari fakta bukti yang ada kasus LL karena kelalaian manusia, bukan bencana alam. Mari terus kita galang kebersamaan untuk memelihara rasa empati dan simpati kita kepada korban LL sambil membantu sesuai dengan profesi, kompetensi, dana dan doa yang kita punyai. Wassalam.
Dasar manusia anjing semua yg buat hal ini. Ga bertanggung jawab. Tenang aja, balasannya pasti lebih parah di akhirat sana.
Sebagai praktisi PR, sejak awal hingga kini dan seterusnya saya terus mengkampanyekan bahwa Kasus “Lumpur Lapindo (LL)” tidak bisa disebut “Lumpur Sidoarjo (LS)” seperti dideklarasikan oleh Pemerintah lewat TPLS. Sebab pada penisbahan “LL” ada penanggung jawabnya. Sedang “LS” nama geografis maka kasus itu menjadi bencana alam.
Selaku ahli geologi perminyakan, dari fakta bukti yang ada kasus LL karena kelalaian manusia, bukan bencana alam. Mari terus kita galang kebersamaan untuk memelihara rasa empati dan simpati kita kepada korban LL sambil membantu sesuai dengan profesi, kompetensi, dana dan doa yang kita punyai. Wassalam.
gw bingung neh kok orang yang bertanggung jawabnya seenaknya aja seneng2 foya2.
miris hati gw pas liat ibu2 nangis gara2 dia musti ngemis2 dijalan saking gak ada uangnya padahal dia sebelomnya gak pernah ngemis
edan memang………….
pabriknya bodo amat
pemerintah tutup mata wae lah
caleg2,capres n cawapres ngejadiin tempat ini buat bahan biar jadi, begitu jadi semuanya sama bae