Hari ini (25/7) rencananya, sang putri Adinda Bakrie segera melangsungkan pernikahan mewahnya di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Di saat bersamaan sepucuk Surat “Cinta” terkirim untuknya. Berikut bunyi surat “Cinta” tersebut.
*****************************************
Teruntuk Adinda Bakrie yang hari ini (25/7) hendak menempuh hidup baru…
Adinda Bakrie, sebentar lagi engkau akan memasuki lembar kehidupan baru bersama keluarga baru…
Kehidupan baru itu kadang lebih keras dibandingkan ketika engaku masih lajang…
Untuk itu, di saat engkau menikmati pesta mewah perkawinanmu, belajarlah pada para perempuan-perempuan yang sekarang menjadi pengungsi korban semburan lumpur Lapindo.
Sudah dua tahun ini mereka dihinakan, dihilangkan nafkahnya dan dirampas hak-haknya oleh sebuah korporasi besar yang kemudian berlindung di ketiak negara seraya menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam dari seluruh cerita semburan lumpur laknat Lapindo.
Sejanak alihkan pandangan matamu dari segala kemewahan pesta pernikahanmu. Sekarang, sebentar saja, sekali lagi sebentar saja arahkan pandangan matamu kepada anak-anak porong yang menjadi korban semburan lumpur laknat Lapindo.
Lihatlah anak-anak korban semburan lumpur lapindo. Diantara mereka kini telah menjadi calon generasi cacat karena hidup di lingkungan yang membahayakan kesehatannya. Diantara mereka juga ada yang terpaksa harus putus sekolah karena ayahnya kehilangan pekerjaan setalah sumber-sumber kehidupannya ditenggelamkan oleh semburan lumpur laknat Lapindo.
Lihat pula sekolah-sekolah dari anak-anak Porong yang sudah ditenggelamkan oleh semburan lumpur laknat Lapindo. Sebuah sekolah yang sangat sederhana dibandingkan tempat tinggalmu dan lokasi pernikahanmu. Namun, tahukah engkau sekolah sederhana itu adalah salah satu harapan bagi anak-anak Porong untuk merubah hidupnya. Agar kelak mereka tidak lagi ditipu oleh sebuah korporasi besar lagi.
Adinda Bakrie,
Sejenak, lihatlah pula para korban lumpur laknat Lapindo yang sekarang menjadi penghuni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Jawa Timur. Kehilangan tanah, rumah dan kehidupannya akibat lumpur Lapindo telah menjadikan mereka kehilangan akal sehat.
Adinda Bakrie,
Sejenak, cukup hanya lima menit saja, rasaknlah pedihnya hati para korban Lapindo itu. Rasakan kegundahan mereka yang talah dua tahun lamanya tidak memiliki kepastian hidup. Yang telah dua tahun lamanya dihinakan, dihilangkan nafkahnya dan dirampas hak-haknya. Sekali lagi, sejenak rasakan kegetiran dan hancurnya hati mereka…
Sumber Photo:
1. Photo Sdinda Bakrie: http://jakartasocial.wordpress.com/2008/04/24/current-obsession-adinda-bakrie/
2. Photo korban Lapindo by http://www.korbanlumpur.info/index.php



Duhai adinda…
Kelak kita semua berkumpul didalam tanah
pesta gede gede-an sih ga papa kalo punya duitnya, tapi bayar dulu dong utangnya ama masyarakat. nah kan kalo udah lunas utangnya jadi enak pestanya, makanannya yang ketelen gak pake sumpah jutaan orang.
yuk ah bayar utangnya, entar saya doain jadi keluarga yang mawadah warohmah dan sakinah deh.
Ketika kecantikan (lahiriyah) dan kekayaan (lahiriyah) dan semua anugerah-NYA menjadi batu ujian..
Halaaaaaaaaaaaah…..
Paling-paling nanti juga cerai….
10 M jadi mubazir dech…….
Dasar sampah kapitalis!!!
sedih sedih….orang kalo udah kaya lupa sama yang kesulitan..
ya udah gpp…Tuhan pasti kasih jalan terbaik buat yang kesusahan…hehehehehe
http://www.designbyeduard.com
Saya kirim doa untuk penduduk Sidoarjo yang kesulitan…
Doa orang2 yang terdzolimi dikabulkan sama Tuhan, Berdoalah..semoga pintu hati Adinda Bakrie n keluarga Bakrie terbuka,,sehingga adinda n family bakrie bisa menjadi manusia normal kembali yang ingin menjadikan manusia sebagai manusia!
Rangkulah Adinda, ajak Adinda bertemu baik2 di Juanda misalnya, on the way dia pulang dari Bali. pertemuan setengah jam.. untuk silahturahmi. Tidak ada paksaan, tidak ada keras2an, tidak ada sinisme, cuma untuk ucapkan salam, tunjukan surat ini dan foto2, untuk mengetuk hati keluarga Bakrie. Pesta miliaran tidak ada artinya utk mereka, itu biasa utk kalangan super rich di Indonesia. Mungkin malah sudah di-downgrade spy tdk terlalu mencolok. Simpati utk korban Lapindo. -
dimana-mana orang kalau kaya itu sulit untuk ikut merasakan penderitaan sesamanya yang menderita. semoga saja kelak semua manusia sadar, bahwa kita hanyalah manusia yang sama di hadapanNYa
Adinda Bakrie, you sebagai keturunan orang yg kaya raya di Indonesia, tolong perhatikan saudaramu di sidoarjo sana yg kena dampak akibat kerakusan keluargamu u/ menggali isi bumi ini yg diciptakan o/ yang Maha Kuasa u/ kita semua tdk hanya u/ keluargamu….PLEASE
Tuhan tidak akan menutup mata bagi mereka yang selalu berpengharapan padaNYa..tetaplah berdoa dan berharap saudaraku, moga aja mujizat besar akan terjadi dalam kesusahan mu..