Semburan lumpur Lapindo tidak hanya ‘berhasil’ dengan gemilang mengusir warga dari kampungnya namun juga telah sukses menghancurkan ekosistem sungai (kali) Porong. Bukan hanya biota dari kali Porong yang berhasil dihancurkan namun juga sawah-sawah penduduk akibat rembesan lumpur Lapindo yang dibuang di kali itu.
Bahkan seiring dengan datangnya musim hujan, pendangkalan kali Porong akibat lumpur Lapindo diperkirakan akan memicu banjir di kawasan Sidoarjo hingga Surabaya. Pertanyaannya adalah siapa yang harus bertanggungjawab atas malapetaka lingkungan hidup itu?
———————————————————–
Sumber Foto: Google Earth
Sumber Photo: http://cetak.kompas.com
Sumber foto: www.satudunia.net
Sumber Foto: www.satudunia.net
Sumber Foto:http://picasaweb.google.com/nantoprasetyo/
Sumber Foto:http://picasaweb.google.com/nantoprasetyo/
Sumber Foto:http://picasaweb.google.com/nantoprasetyo/
Sumber Foto:http://picasaweb.google.com/nantoprasetyo/
Seperti yang ditulis KOMPAS edisi 25 September 2008, beberapa waktu belakangan kolam penampungan lumpur mendekati penuh dan tanggul terancam jebol. Karena itu, sejak minggu kedua September seluruh semburan lumpur Lapindo— 100.000 meter kubik per hari—dibuang ke Sungai Porong. Akibatnya, aliran air sungai terhenti terutama di bawah jembatan tol Porong-Gempol sehingga air tertahan dan permukaan air sungai meninggi.
Dampaknya, air bercampur lumpur merembes ke sawah dan pekarangan warga di sekitar Sungai Porong, yaitu di Desa Pejarakan dan Desa Besuki. Kedua desa yang sudah dimasukkan ke dalam peta terdampak lumpur Lapindo tersebut masih dihuni karena warga belum mendapat ganti rugi. Warga khawatir terjadi banjir saat musim hujan nanti.
Lantas siapa yang pantas dimintai pertanggungjawaban atas hancurnya ekosistem dan sistem hidrologi Kali Porong tersebut?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sumber: www.presidenri.go.id
Wakil Presiden Jusuf Kalla, sumber Foto: aco.web.id
Menko Kesra Aburizal Bakrie, sumber Foto :www.greatpriceshere.com
Ketua Dewan Pengarah BPLS dan Menteri PU Djoko Kirmanto, sumber Foto: www.inkindo-kalbar.org
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, sumber Foto: http://www2.kompas.com/


















