sumber photo: www.presidenri.go.id
Mr. Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, memang bernasib agak sial. Setelah dipermalukan karena kasus blue energi dan binih padi, kini ia dipastikan akan menanggung malu lagi setelah menterinya mengikuti seruan iklan Lapindo, menyerah dalam menghentikan semburan lumpur Lapindo.
Asumsi dasar yang membikin pemerintah keok (menyerah) dalam mengatasi semburan lumpur lapindo adalah bahwa semburan lumpur panas itu adalah bencana alam sehingga tidak bisa dihentikan. Persis seperti bunyi iklan-iklan Lapindo di berbagai media massa.
_______________________________________
Mr. Yudhoyono,
Bukankah anda seorang yang taat menjalankan ibadah agama? Lantas mengapa anda ikut-ikutan menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam dalam malapetaka lumpur Lapindo?
Mr. Yudhoyono,
Tidakah anda membaca hasil penelitian dari pakar independent dari dalam dan luar negeri yang mengatakan bahwa semburan lumpur itu bukanlah bencana alam?
Mr. Yudhoyono,
Tidakkah anda membaca laporan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga mengatakan bahwa semburan lumpur Lapindo bukanlah bencana?
Mr. Yudhoyono,
Tidakkah anda mendengar para pakar teknologi pengeboran kita yang dengan optimis menyatakan bahwa semburan lumpur Lapindo dapat ditutup karena semburan itu bukanlah bencana alam seperti yang diserukan oleh iklan Lapindo?
Mr. Yudhoyono,
Tidakkah anda melihat kerugian negara, kerugian rakyat jika pemerintah menyerah dalam menghentikan semburan lumpur Lapindo?
Mr. Yudhoyono,
Tidak cukupkan uang rakyat dalam APBN yang telah dikucurkan untuk menyubsidi Lapindo dalam persoalan lumpur panas ini?
Mr. Yudhoyono,
Tidakkah anda tahu bahwa dengan keputusan pemerintah menyerah untuk menghentikan semburan lumpur Lapindo itu berarti anda akan lebih banyak lagi mengucurkan uang rakyat di APBN untuk menyubsidi Lapindo? dan itu artinya anda telah menjadikan seluruh rakyat Indonesia sebagai korban Lapindo?
Mr. Yudhoyono,
Mengapa anda begitu pemurah dan sayang sekali terhadap Lapindo? Apakah karena keberadaan Aburizal Bakrie di jajaran kabinetmu membuat anda mengikuti seruan iklan Lapindo?
Mr. Yudhoyono,
Sebagai rakyat kecil, kami hanya menyerukan kepada anda untuk berhenti menjadi korban iklan Lapindo.
Mr. Yudhoyono,
Sebagai rakyat kecil, kami hanya mengingatkan bahwa pada pemilu 2004 yang lalu anda diberi amanat untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat di Sidoarjo yang kini menjadi korban Lapindo. Anda sama sekali tidak diberi amanat untuk melindungi kepentingan korporasi pertambangan.
















