Archive Page 2

16
Sep
08

Mr. Yudhoyono, Bukankah Anda Orang yang Taat Beragama?

sumber photo: www.presidenri.go.id

Mr. Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, memang bernasib agak sial. Setelah dipermalukan karena kasus blue energi dan binih padi, kini ia dipastikan akan menanggung malu lagi setelah menterinya mengikuti seruan iklan Lapindo, menyerah dalam menghentikan semburan lumpur Lapindo.

Asumsi dasar yang membikin pemerintah keok (menyerah) dalam mengatasi semburan lumpur lapindo adalah bahwa semburan lumpur panas itu adalah bencana alam sehingga tidak bisa dihentikan. Persis seperti bunyi iklan-iklan Lapindo di berbagai media massa.

_______________________________________

Mr. Yudhoyono,

Bukankah anda seorang yang taat menjalankan ibadah agama? Lantas mengapa anda ikut-ikutan menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam dalam malapetaka lumpur Lapindo?

Mr. Yudhoyono,

Tidakah anda membaca hasil penelitian dari pakar independent dari dalam dan luar negeri yang mengatakan bahwa semburan lumpur itu bukanlah bencana alam?


Mr. Yudhoyono,

Tidakkah anda membaca laporan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga mengatakan bahwa semburan lumpur Lapindo bukanlah bencana?


Mr. Yudhoyono,

Tidakkah anda mendengar para pakar teknologi pengeboran kita yang dengan optimis menyatakan bahwa semburan lumpur Lapindo dapat ditutup karena semburan itu bukanlah bencana alam seperti yang diserukan oleh iklan Lapindo?


Mr. Yudhoyono,

Tidakkah anda melihat kerugian negara, kerugian rakyat jika pemerintah menyerah dalam menghentikan semburan lumpur Lapindo?


Mr. Yudhoyono,

Tidak cukupkan uang rakyat dalam APBN yang telah dikucurkan untuk menyubsidi Lapindo dalam persoalan lumpur panas ini?


Mr. Yudhoyono,

Tidakkah anda tahu bahwa dengan keputusan pemerintah menyerah untuk menghentikan semburan lumpur Lapindo itu berarti anda akan lebih banyak lagi mengucurkan uang rakyat di APBN untuk menyubsidi Lapindo? dan itu artinya anda telah menjadikan seluruh rakyat Indonesia sebagai korban Lapindo?


Mr. Yudhoyono,

Mengapa anda begitu pemurah dan sayang sekali terhadap Lapindo? Apakah karena keberadaan Aburizal Bakrie di jajaran kabinetmu membuat anda mengikuti seruan iklan Lapindo?


Mr. Yudhoyono,

Sebagai rakyat kecil, kami hanya menyerukan kepada anda untuk berhenti menjadi korban iklan Lapindo.


Mr. Yudhoyono,

Sebagai rakyat kecil, kami hanya mengingatkan bahwa pada pemilu 2004 yang lalu anda diberi amanat untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, termasuk rakyat di Sidoarjo yang kini menjadi korban Lapindo. Anda sama sekali tidak diberi amanat untuk melindungi kepentingan korporasi pertambangan.


02
Sep
08

Lapindo Abaikan Kelestarian Kali Porong

Skenario pembuangan lumpur ke Kali (sungai) Porong adalah indikasi bahwa Lapindo Brantas Inc (LBI) mengabaikan faktor lingkungan dan memakai scenario yang paling sedikit mengeluarkan biaya, dengan membuang lumpur langsung Ke sungai maka LBI tidak menggeluarkan biaya untuk pengelolaan air lumpur. Tulisan lengkap dapat diunduh (download) di bawah ini.

bencana-baru-di-kali-porong_ecoton_prigi1

27
Aug
08

Foto Pernikahan Adinda Bakrie dan Korban Lapindo

Sumber:

1. Foto Pernikahan Adinda kaskus.us dan detik .com

2. Foto Korban Lapindo, www.korbanlumpur.info

27
Aug
08

Guru Besar ITS Surabaya: Lumpur Lapindo Akibat Salah Prosedur

Semakin banyak saja pakar yang berpendapat bahwa semburan lumpur panas di Sidoarjo akibat kesalahan prosedur yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas. Guru Besar Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berpendapat bahwa semburan lumpur itu akibat kesalahan prosedur Lapindo

____________________________

Guru besar jurusan Kimia F-MIPA ITS Surabaya, Prof RY Perry Burhan menyatakan, luapan lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo Brantas Inc terjadi akibat adanya salah prosedur.

“Lapindo tidak salah dalam eksplorasi, karena di bawah permukaan tanah memang benar ada minyak yang dicari,” kata mantan anggota tim bawah permukaan ITS untuk penanganan lumpur panas itu kepada ANTARA News di Surabaya, Selasa.

Bahkan, katanya, Lapindo sebenarnya sudah mengetahui adanya “diapir” (rongga gelembung di perut bumi), sehingga pengeboran harus menghindari “diapir”. Sebab bila pengeboran minyak dilakukan tepat di atasnya akan terjadi luapan.

“Tapi, Lapindo tidak tahu ada dimana titik diapir itu, apalagi Lapindo tidak menggunakan casing. Padahal, dua hari sebelumnya (27/5/2006) terjadi gempa di Jogjakarta,” katanya mengungkapkan.

Menurut guru besar bidang Geo Kimia Organik itu, luapan lumpur yang terjadi sangat mungkin akibat gesekan dari gempa Jogjakarta, namun hal itu takkan terjadi bila Lapindo melakukan pengeboran dengan menggunakan casing (selubung).

“Pengeboran tanpa casing untuk permukaan bawah tanah yang memiliki diapir akan berbahaya,” katanya.

Ia mengatakan, lumpur panas akan terhambat untuk meluap ke atas bila pengeboran Lapindo menggunakan casing saat melakukan pengeboran.

“Tanpa adanya casing membuat lumpur yang berasal dari endapan darat dari kedalaman 4.000-6.000 kaki itu, akhirnya meluap dari rongga di kawasan yang banyak memiliki patahan itu,” katanya menjelaskan.

Secara geologis, katanya, Lapindo tidak salah dalam melakukan eksplorasi. Namun, Lapindo secara teknis telah melakukan salah prosedur, karena sudah mengetahui adanya “diapir” di kawasan itu.

Senada dengan itu, Ketua Pusat Studi Bencana (PSB) LPPM ITS Surabaya, Dr Amin Widodo mengemukakan, banyak peneliti asing seperti dari Inggris dan Norwegia menyimpulkan, penyebab lumpur panas di Porong merupakan akibat dari proses pengeboran yang tepat di titik “diapir.”

“Titik diapir itu akan menyembur (meluap) dengan sendirinya bila terjadi gesekan dan tekanan. Tapi belum tentu terkait dengan gempa di Yogyakarta, karena gempa Jogjakarta pada 27 Mei 2006 berjarak jauh dari lumpur Lapindo yang muncul pada 29 Mei 2006,” katanya.

Lapindo dalam keterangan pers pada 15 Juni 2006 menyatakan, pihaknya mengebor sumur Banjar-Panji-1 dengan memasang casing hingga kedalaman 3.580 kaki, namun mulai kedalaman 3.580 sampai 9.297 kaki “belum” memasang casing.

Rencananya, casing akan dipasang di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan formasi Kujung dengan titik temu di kedalaman 9.297 kaki.

Menurut Andang Bachtiar dari IAGI, pihaknya tidak mengenal teknik pengeboran lapisan bumi dengan menembus lapisan terlebih dulu dan setelah tembus (terbuka) lalu casing diturunkan untuk menahan lubang agar tidak runtuh.

“Teknik seperti itu tidak dikenal, apalagi surat Medco (pemegang saham) nomer MGT-088/JKT/06 sudah bocor ke media massa bahwa Medco pada 18 Mei 2006 sudah mengingatkan Lapindo (operator) untuk konsisten pada program, yaitu memasang casing 9-5/8 inchi di kedalaman 8.500 kaki (melindungi lubang 3.580-8.500 kaki),” katanya.

Hingga kini, penyidik Polda Jatim telah menetapkan tujuh BAP untuk 13 tersangka, diantaranya Imam P Agustino (GM Lapindo), Yenny Nawawi (Dirut PT Medici), dan Nur Rohmat Sawulo (Vice President Drilling Service PT Energi Mega Persada), namun BAP masih “bolak-balik” polisi-jaksa. (*)
Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2007/9/11/its-lumpur-lapindo-akibat-salah-prosedur/

27
Aug
08

Hasil Penilaian UNEP Tentang Dampak Lumpur Lapindo

UNEP, salah satu lembaga PBB melakukan penilaian tentang dampak lingkungan hidup semburan lumpur Lapindo. Berikut hasil penilaian mereka.

hot_mud_flow_east_java_environment_assessment_report_final

25
Aug
08

Surat Cinta untuk Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym

Suara dzikir berkumandang di masjid Istiqlal. Isak tangis pun menggema mengingat dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kritik terhadap koruptor dan penangkapan Habib Rizieq Shihab pun diungkapkan namun sayang, para ustadz itu lupa mengungkapkan penderitaan korban Lapindo.


Seperti yang ditulis oleh web hizbut-tahrir.or.id,. “Ya Allah, di negeri ini maling ayam dihukum berat, para koruptor petentang-petenteng. Habib Rizieq Shihab ditangkap,” kata Arifin di Masjid Istiqlal, Jakarta, (24/8).

Namun, sayang para ustadz lupa mengkritik soal malapetaka lumpur Lapindo. Ribuan korban kini telah menjadi korban semburan lumpur laknat Lapindo. Para korban Lapindo dihinakan dan dimiskinkan.

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Sejenak, hanya sejenak saja..Lihatlah penderitaan Ibu Jumik, salah seorang korban Lapindo. Perempuan usia 50 tahun yang tinggal di pengungsian korban Lapindo itu tiba-tiba perutnya membesar.

Setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, perempuan korban Lapindo itu terpaksa harus pulang karena tidak sanggup membayar rumah sakit yang mahal.

Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, untuk tetap hidup normal seperti sebelum lumpur Lapindo menenggelamkan kampungnya pun susah. Kini para korban Lapindo harus hidup di pengungsian yang jauh dari kata layak.

Tangisan pilu juga datang dari keluarga pasangan suami-istri Bapak Yakup. Pasalnya, pada bulan April 2008 lalu, sepasang suami-istri itu telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan, keduanya meninggal karena sesak nafas akibat menghirup gas beracun.

Sebelumnya, warga Jatirejo Barat juga mengalami nasib yang sama. Seorang ibu bernama Luluk meninggal dunia pada bulan Maret 2008 lalu. Penyebab kematiannya sama, yakni mengalami sesak nafas akibat menghirup gas beracun di sekitar rumahnya.

Kini ada korban lainnya dari warga Siring Barat. Korbanya adalah Unin Qoriatul. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa di dalam saluran pernafasannya terdapat cairan yang tampak dalam bentuk bayangan gas. Hingga kini kondisi kesehatannya terus menurun.

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Lagi-lagi seperti yang ditulis dalam web hizbut-tahrir.or.id bahwa dalam acara itu juga dihadiri oleh anak Menko Kesra Aburizal Bakrie, Anindya Bakrie. Ical dan Anindya tampak di barisan depan jamaah. Bahkan di spanduk-spanduk di jalanan pun terpampang jelas bahwa kegiatan itu didukung oleh group Bakrie.

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Mengapa bapak-bapak menjadi lupa terhadap korban Lapindo? Semoga absenya korban Lapindo dari perhatian bapak-bapak Ustadz benar-benar dikarenakan lupa bukan sebuah kesengajaan karena kehadiran para pangeran itu atau juga bukan merupakan titipan sposor…Amien!

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Sejanak…hanya sejenak…lihatlah penderitaan korban Lapindo..Mereka tentu lebih menderita dibandingkan Habib Rizieq ataupun Munarman…

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Warga Porong tidak bersalah apa-apa, tapi tiba-tiba mereka harus terusir dari kampung halamannya, dimiskinkan dan dihinakan…

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Lihatlah mereka para korban Lapindo yang sekarang masih tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong…Sejenak saja Ustadz…hanya sejenak

21
Aug
08

Satu Lagi, Telah Terbit Media Alternatif Korban Lapindo

Ini satu lagi upaya pengembangan media alternatif bernama “KANAL LAPINDO”. Jika Somasi lebih menitikberatkan pada media watch, maka bulletin ini lebih diperuntukkan bagi warga korban sendiri, meskipun juga penting dibaca khalayak lebih luas. Bulletin dapat diunduh (download) di bawah ini.

buletin-kanal-lapindo

12
Aug
08

Jangan Pilih Politisi Pendukung Lapindo

Sebentar lagi, tepatnya pada tahun 2009,  akan ada Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih wakil rakyat dan Presiden RI. Sebagai rakyat jelata, tentu kita tidak ingin para penjahat atau politisi busuk yang akan menjadi wakil dan presiden kita.

Ada beberapa kriteria politisi busuk yang harus kita hindari dan jauhi dalam Pemilu 2009 mendatang. Kriteria itu antara lain adalah: Pelanggar Hak Asasi Manusia dan Penjahat Lingkungan. Kedua kriteria politisi busuk itu secara jelas dapat terlihat dalam kasus semburan lumpur laknat Lapindo. Untuk itu sebagai rakyat jelata, kita jangan sampai memilih para politisi yang mendukung Lapindo

07
Aug
08

Telah Terbit Bulletin Korban Lapindo

Perlawanan korban Lapindo mulai bangkit. Baru-baru ini telah diluncurkan media alternatif baru bagi korban lumpur Lapindo yang bernama bulletin “SOMASI”. Dalam edisi perdananya, bulletin itu mencoba mengkritisi peran media dalam pemberitaan kasus semburan lumpur Lapindo. Bulletin dalam versi pdf dapat diunduh (download) di bawah ini.

somasi_edisi_1

31
Jul
08

Bingkisan Dari Pernikahan Adinda Bakrie……

Biaya yang dikeluarkan untuk acara resepsi keponakan Menko Kesra Aburizal Bakrie ini memang tergolong besar. Konon besarannya biayanya hingga Rp 10 miliar. Bila merujuk dana yang dekeluarkan untuk dekorasinya yang seharga Rp 3 miliar, kiranya menjadi wajar. Belum lagi untuk keperluan-keperluan lain-lain yang tentunya tidak dibayar murah.

Misalnya parkiraan untuk keluarga mempelai. Untuk memberi kenyamanan, keluarga Bakrie membooking beberapa luas area parkir yang ada di Hotel Mulia. Harga sewa ruang parkir itu Rp 6 juta per hari. Sementara keluarga Bakrie telah membookingnya untuk 3 hari, sejak Rabu 23 Juli 2008 hingga Jumat 25 Juli 2008. Belum lagi sewa parkiran untuk sejumlah tamu istimewa yang hadir di resepsi.

(sumber: http://www.detiknews.com/read/2008/07/28/163601/979245/159/rp-3-miliar-untuk-dekorasi-saja)

Bandingkan dengan ini………..

Ratusan warga korban lumpur yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak), Jumat melakukan aksi mengemis di sepanjang jalan Raya Porong, Sidoarjo, tepatnya di depan pintu masuk lokasi pengungsian Pasar Baru Porong (PBP).

atau yang ini………

“Apa yang dikendaki dalam pemulihan, maka kami sudah tidak layak lagi menyikapi. Karena kami hanya dikasih makan nasi bungkus, satu nasi bungkus dengan lauk seadanya dengan air mineral satu. Kemudian kami tidur di alas. Kami tidak diberi apa-apa.

Hari berhari, minggu berminggu, akhirnya bulan-berbulan. Maka keadaan situasi pengungsian berubah total. Korban Lapindo sudah banyak yang stres, sudah banyak yang depresi, sudah banyak yang gila. Bahkan pada tengah malam ada seorang laki-laki, keluar dengan membawa kalkulator. Ketika saya tanya, untuk apa kalkulator? Dia tidak mau menjawab. Namanya siapa? Tidak mau menjawab. Rumahnya dimana? Alamatnya dimana? Dia sudah tidak mau menjawab. Dan setelah menghitung dengan kalkulatornya, kemudian hening sejenak…. Tapi kemudian dia tertawa terbahak-bahak dengan senndirinya.

Juga saya jumpai seorang ibu duduk melamun, bengong, memandang kesatu arah. Lama sekali. Kemudian si ibu itu tertawa sendiri. Oleh karena itu, kalau pemerintah menyatakan bahwa korban lumpur Lapindo tidak berdampak psikologis, itu adalah pembohongan. Tapi, bahwa dokter Rumah Sakit Dr. Soetomo menyatakan bahwa korban Lumpur Lapindo sudah 90 persen mengalami depresi, itu betul.

atau yang ini lagi……

Purnomo yang juga warga Perum TAS I blok AA7/26 itu menambahkan, penderitaan warga saat ini sangat banyak. Selain kehilangan rumah, mereka juga kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian. Akibatnya, pengangguran pun tak terelakkan. “Tukang-tukang ojek, sekarang sudah tidak bekerja lagi. Saya sendiri juga sudah tidak bekerja,” ujarnya.

Bencana lumpur tersebut, menurutnya, juga telah mengakibatkan tingginya tingkat perceraian. “Seorang istri meninggalkan suaminya, bukan hal asing lagi. Alasannya jelas, suaminya sudah tidak punya pekerjaan dan penghasilan lagi. Belum lagi ada yang jadi gila, di RT kami sudah ada 50 orang yang jadi gila karena lumpur itu,” terangnya.

sumber:

1.http://hotmudflow.wordpress.com/2008/05/02/warga-korban-lumpur-mengemis-massal-pasca-dihentikan-jatah-makanan/

2.http://www.berpolitik.com/static/internal/2007/04/news_4017.html

3. http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=8992