Archive for August, 2008

27
Aug
08

Foto Pernikahan Adinda Bakrie dan Korban Lapindo

Sumber:

1. Foto Pernikahan Adinda kaskus.us dan detik .com

2. Foto Korban Lapindo, http://www.korbanlumpur.info

Advertisements
27
Aug
08

Guru Besar ITS Surabaya: Lumpur Lapindo Akibat Salah Prosedur

Semakin banyak saja pakar yang berpendapat bahwa semburan lumpur panas di Sidoarjo akibat kesalahan prosedur yang dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas. Guru Besar Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berpendapat bahwa semburan lumpur itu akibat kesalahan prosedur Lapindo

____________________________

Guru besar jurusan Kimia F-MIPA ITS Surabaya, Prof RY Perry Burhan menyatakan, luapan lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo Brantas Inc terjadi akibat adanya salah prosedur.

“Lapindo tidak salah dalam eksplorasi, karena di bawah permukaan tanah memang benar ada minyak yang dicari,” kata mantan anggota tim bawah permukaan ITS untuk penanganan lumpur panas itu kepada ANTARA News di Surabaya, Selasa.

Bahkan, katanya, Lapindo sebenarnya sudah mengetahui adanya “diapir” (rongga gelembung di perut bumi), sehingga pengeboran harus menghindari “diapir”. Sebab bila pengeboran minyak dilakukan tepat di atasnya akan terjadi luapan.

“Tapi, Lapindo tidak tahu ada dimana titik diapir itu, apalagi Lapindo tidak menggunakan casing. Padahal, dua hari sebelumnya (27/5/2006) terjadi gempa di Jogjakarta,” katanya mengungkapkan.

Menurut guru besar bidang Geo Kimia Organik itu, luapan lumpur yang terjadi sangat mungkin akibat gesekan dari gempa Jogjakarta, namun hal itu takkan terjadi bila Lapindo melakukan pengeboran dengan menggunakan casing (selubung).

“Pengeboran tanpa casing untuk permukaan bawah tanah yang memiliki diapir akan berbahaya,” katanya.

Ia mengatakan, lumpur panas akan terhambat untuk meluap ke atas bila pengeboran Lapindo menggunakan casing saat melakukan pengeboran.

“Tanpa adanya casing membuat lumpur yang berasal dari endapan darat dari kedalaman 4.000-6.000 kaki itu, akhirnya meluap dari rongga di kawasan yang banyak memiliki patahan itu,” katanya menjelaskan.

Secara geologis, katanya, Lapindo tidak salah dalam melakukan eksplorasi. Namun, Lapindo secara teknis telah melakukan salah prosedur, karena sudah mengetahui adanya “diapir” di kawasan itu.

Senada dengan itu, Ketua Pusat Studi Bencana (PSB) LPPM ITS Surabaya, Dr Amin Widodo mengemukakan, banyak peneliti asing seperti dari Inggris dan Norwegia menyimpulkan, penyebab lumpur panas di Porong merupakan akibat dari proses pengeboran yang tepat di titik “diapir.”

“Titik diapir itu akan menyembur (meluap) dengan sendirinya bila terjadi gesekan dan tekanan. Tapi belum tentu terkait dengan gempa di Yogyakarta, karena gempa Jogjakarta pada 27 Mei 2006 berjarak jauh dari lumpur Lapindo yang muncul pada 29 Mei 2006,” katanya.

Lapindo dalam keterangan pers pada 15 Juni 2006 menyatakan, pihaknya mengebor sumur Banjar-Panji-1 dengan memasang casing hingga kedalaman 3.580 kaki, namun mulai kedalaman 3.580 sampai 9.297 kaki “belum” memasang casing.

Rencananya, casing akan dipasang di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan formasi Kujung dengan titik temu di kedalaman 9.297 kaki.

Menurut Andang Bachtiar dari IAGI, pihaknya tidak mengenal teknik pengeboran lapisan bumi dengan menembus lapisan terlebih dulu dan setelah tembus (terbuka) lalu casing diturunkan untuk menahan lubang agar tidak runtuh.

“Teknik seperti itu tidak dikenal, apalagi surat Medco (pemegang saham) nomer MGT-088/JKT/06 sudah bocor ke media massa bahwa Medco pada 18 Mei 2006 sudah mengingatkan Lapindo (operator) untuk konsisten pada program, yaitu memasang casing 9-5/8 inchi di kedalaman 8.500 kaki (melindungi lubang 3.580-8.500 kaki),” katanya.

Hingga kini, penyidik Polda Jatim telah menetapkan tujuh BAP untuk 13 tersangka, diantaranya Imam P Agustino (GM Lapindo), Yenny Nawawi (Dirut PT Medici), dan Nur Rohmat Sawulo (Vice President Drilling Service PT Energi Mega Persada), namun BAP masih “bolak-balik” polisi-jaksa. (*)
Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2007/9/11/its-lumpur-lapindo-akibat-salah-prosedur/

27
Aug
08

Hasil Penilaian UNEP Tentang Dampak Lumpur Lapindo

UNEP, salah satu lembaga PBB melakukan penilaian tentang dampak lingkungan hidup semburan lumpur Lapindo. Berikut hasil penilaian mereka.

hot_mud_flow_east_java_environment_assessment_report_final

25
Aug
08

Surat Cinta untuk Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym

Suara dzikir berkumandang di masjid Istiqlal. Isak tangis pun menggema mengingat dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kritik terhadap koruptor dan penangkapan Habib Rizieq Shihab pun diungkapkan namun sayang, para ustadz itu lupa mengungkapkan penderitaan korban Lapindo.


Seperti yang ditulis oleh web hizbut-tahrir.or.id,. “Ya Allah, di negeri ini maling ayam dihukum berat, para koruptor petentang-petenteng. Habib Rizieq Shihab ditangkap,” kata Arifin di Masjid Istiqlal, Jakarta, (24/8).

Namun, sayang para ustadz lupa mengkritik soal malapetaka lumpur Lapindo. Ribuan korban kini telah menjadi korban semburan lumpur laknat Lapindo. Para korban Lapindo dihinakan dan dimiskinkan.

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Sejenak, hanya sejenak saja..Lihatlah penderitaan Ibu Jumik, salah seorang korban Lapindo. Perempuan usia 50 tahun yang tinggal di pengungsian korban Lapindo itu tiba-tiba perutnya membesar.

Setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, perempuan korban Lapindo itu terpaksa harus pulang karena tidak sanggup membayar rumah sakit yang mahal.

Jangankan untuk membayar biaya rumah sakit, untuk tetap hidup normal seperti sebelum lumpur Lapindo menenggelamkan kampungnya pun susah. Kini para korban Lapindo harus hidup di pengungsian yang jauh dari kata layak.

Tangisan pilu juga datang dari keluarga pasangan suami-istri Bapak Yakup. Pasalnya, pada bulan April 2008 lalu, sepasang suami-istri itu telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan, keduanya meninggal karena sesak nafas akibat menghirup gas beracun.

Sebelumnya, warga Jatirejo Barat juga mengalami nasib yang sama. Seorang ibu bernama Luluk meninggal dunia pada bulan Maret 2008 lalu. Penyebab kematiannya sama, yakni mengalami sesak nafas akibat menghirup gas beracun di sekitar rumahnya.

Kini ada korban lainnya dari warga Siring Barat. Korbanya adalah Unin Qoriatul. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa di dalam saluran pernafasannya terdapat cairan yang tampak dalam bentuk bayangan gas. Hingga kini kondisi kesehatannya terus menurun.

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Lagi-lagi seperti yang ditulis dalam web hizbut-tahrir.or.id bahwa dalam acara itu juga dihadiri oleh anak Menko Kesra Aburizal Bakrie, Anindya Bakrie. Ical dan Anindya tampak di barisan depan jamaah. Bahkan di spanduk-spanduk di jalanan pun terpampang jelas bahwa kegiatan itu didukung oleh group Bakrie.

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Mengapa bapak-bapak menjadi lupa terhadap korban Lapindo? Semoga absenya korban Lapindo dari perhatian bapak-bapak Ustadz benar-benar dikarenakan lupa bukan sebuah kesengajaan karena kehadiran para pangeran itu atau juga bukan merupakan titipan sposor…Amien!

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Sejanak…hanya sejenak…lihatlah penderitaan korban Lapindo..Mereka tentu lebih menderita dibandingkan Habib Rizieq ataupun Munarman…

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Warga Porong tidak bersalah apa-apa, tapi tiba-tiba mereka harus terusir dari kampung halamannya, dimiskinkan dan dihinakan…

Pak Ustadz Arifin Ilham dan Aa’Gym,

Lihatlah mereka para korban Lapindo yang sekarang masih tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong…Sejenak saja Ustadz…hanya sejenak

21
Aug
08

Satu Lagi, Telah Terbit Media Alternatif Korban Lapindo

Ini satu lagi upaya pengembangan media alternatif bernama “KANAL LAPINDO”. Jika Somasi lebih menitikberatkan pada media watch, maka bulletin ini lebih diperuntukkan bagi warga korban sendiri, meskipun juga penting dibaca khalayak lebih luas. Bulletin dapat diunduh (download) di bawah ini.

buletin-kanal-lapindo

12
Aug
08

Jangan Pilih Politisi Pendukung Lapindo

Sebentar lagi, tepatnya pada tahun 2009,  akan ada Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih wakil rakyat dan Presiden RI. Sebagai rakyat jelata, tentu kita tidak ingin para penjahat atau politisi busuk yang akan menjadi wakil dan presiden kita.

Ada beberapa kriteria politisi busuk yang harus kita hindari dan jauhi dalam Pemilu 2009 mendatang. Kriteria itu antara lain adalah: Pelanggar Hak Asasi Manusia dan Penjahat Lingkungan. Kedua kriteria politisi busuk itu secara jelas dapat terlihat dalam kasus semburan lumpur laknat Lapindo. Untuk itu sebagai rakyat jelata, kita jangan sampai memilih para politisi yang mendukung Lapindo

07
Aug
08

Telah Terbit Bulletin Korban Lapindo

Perlawanan korban Lapindo mulai bangkit. Baru-baru ini telah diluncurkan media alternatif baru bagi korban lumpur Lapindo yang bernama bulletin “SOMASI”. Dalam edisi perdananya, bulletin itu mencoba mengkritisi peran media dalam pemberitaan kasus semburan lumpur Lapindo. Bulletin dalam versi pdf dapat diunduh (download) di bawah ini.

somasi_edisi_1